Pembunuhan Di Desa Pulau Gambar, Ternyata ini Motifnya..

25-7-2019-Pembunuhan-Pulau-Gambar-8-450x270

SERGAI, metro24jam.com – Polisi akhirnya berhasil mengungkap motif pembunuhan di Dusun 13, Desa Pulau Gambar, Kecamatan Serba Jadi, Serdang Bedagai.

Kapolres Serdang Bedagai, AKBP Juliarman Eka Putra Pasaribu ketika dikonfirmasi mengatakan, peristiwa itu dipicu Hariyatomo alias Tomo alias Tompel yang mengamuk gara-gara tak dikasih pamannya uang untuk membeli sabu-sabu.

“Dia minta uang dari korban Sugeng untuk membeli sabu. Tapi tak dikasih,” kata Juliarman kepada metro24jam.com, Kamis (25/7/2019) pagi.

Peristiwa itu, jelas Kapolres, ternyata sudah direncanakan Tompel. “Jadi, pagi itu dia datang ke rumah korban sudah membawa pisau. Dia kemudian membelikan pulsa dan sarapan kue untuk korban,” bebernya.

Sepulang dari membeli pulsa dan sarapan kue itulah, Tompel kemudian meminta uang dari pamannya. Dia berharap diberi uang karena sudah sering membantu pamannya itu selama ini.

Namun pada saat itu, Sugeng tak bersedia memberi uang, karena dia mengetahui keponakannya itu akan menggunakannya untuk membeli sabu-sabu. “Korban kemudian memarahi tersangka, lalu pergi ke dapur,” imbuh Juliarman.

Tak dapat uang untuk membeli sabu tersebut, Tompel kemudian kalap dan mengejar pamannya yang berjalan memakai tongkat, lalu menikamnya dari tepat di bagian perut.

Terkena satu tikaman, Sugeng kemudian berteriak minta tolong di dalam rumah. “Tolong aku! Tolong…! Dibunuhnya aku..!” teriak Sugeng beberapa kali saat dia roboh ke lantai karena tongkatnya terlepas.

Teriakan itulah yang sempat terdengar oleh tetangga dan salah seorang Keling, yang juga keluarga Sugeng.

IMG-20190724-WA0039

Sementara itu, Tompel tak berhenti di situ. Pemuda itu kemudian secara membabi buta menikami pamannya yang sudah terjatuh, mengarah ke perut, dada dan kepala. Beberapa kali dia berhasil menepis dengan tangan.

Namun akibatnya, pisau menancap di tangannya dan satu lainnya menancap persis di dekat kelopak matanya. Sugeng pun tak berkutik setelah terkena 6 tikaman.
Tapi ternyata, Tompel belum juga puas sampai di situ. Pemuda itu kemudian mengambil tongkat yang sebelumnya dipakai sang paman. Sugeng yang sudah terkapar dalam posisi telungkup, secara bertubi-tubi dihantam dengan tongkat tersebut hingga kepala remuk. Akibatnya otak Sugeng pun berserakan di lantai.

Sesaat kemudian, Keling pun masuk ke dalam rumah dan melihat Tompel masih berdiri di samping jasad pamannya dengan tongkat masih di genggaman.

“Masuk penjara kau nanti!” kata Keling kepada Tompel, begitu melihat Sugeng ternyata sudah tewas di sana.

Selanjutnya, Tompel pun keluar rumah dan duduk di teras hingga polisi tiba dan mengamankannya. (mad)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *